Pejuang Berani Mati.

Thursday, November 17, 2011

Cerpen : Nurul Iman .

'Ya Allah ya tuhanku , Kurniakan lah aku seorang teman (suami) yang airmatanya menangis keranaMu .Ameen ya Robbal Alamin ...''-Nurul Iman Binti Abdullah.

petang itu cuaca agak suram , suhu yang agak dingin dek udara air-cond yang di pasang sedikit sebanyak menghempap sebuah keletihan pada tubuh mungil seorang pemuda .pemuda itu yang bekerja  sejak awal pagi sedikit sebanyak membuatkan beliau keletihan yang amat . bisik hatinya , kalau tekaknya yang kering itu disirami jus oren tidak kurang nikmatnya . lantas , tanpa berfikir panjang , beliau melangkah perlahan ke dapur yang ada di pejabatnya . dituangkan jus oren yang disimpan didalam peti sejuk ke dalam sebuah cawan . lalu di teguk perlahan-lahan dengan melemparkan sebuah pandangan lemah ke dalam air yang berbaki .

jauh di sudut hatinya , dia menanggung banyak kisah duka . bahkan dia merasakan dirinya begitu jauh dengan Allah . tambah-tambah pula pekerjaannya juga menjauhkan dirinya dari melakukan kesibukan beribadah .sudah banyak kejayaan dikecapinya dalam syarikat miliknya . namun satu pun tidak pernah menjadi pengubat hatinya .tiba-tiba kenangan silam menyerpa jiwa, mengusik jiwa meratah emosi . dia teringat dosa yang pernah dilakukan dahulu , satu dosa yang begitu besar disisiNya . walaupun ia dilakukan secara tidak sengaja , namun ia tetap dosa yang harus di kira .


kelihatan di sudut wajahnya suatu gambaran muram yang berbaur penyesalan . dia bertanya pada dirinya , mengapa sering kali bertaubat , seringkali itu juga dia mengulangi . terkadang juga sentiasa lupa . adakah taubatnya dulu tidak diterima ? hatinya semakin berat . semakin sayu . terbayang di minda ibu nya . terbayang di hati ayahnya .


'ibu..abang perlukan ibu..kenapa ibu pergi dahulu ..' .. 'ayah..kenapa ayah biarkan abang ..apa dosa salah abang '.hatinya terus menyanyi lagu syahdu . lagu rindu yang bercampur dengan iringan tangisan airmata yang menderu-deru.. dia berasa dirinya begitu lemah dan hina . bercampur dengan rasa malu padaNya . dugaan hidup yang dirasa bagaikan sebuah gunung yang menhempas tubuh kecil , semakin tidak memberi ruang untuk dia bergerak maupun berkata . kalau diceritakan pada manusia , dugaan hidupnya amat perit . sedari kecil hidupnya sudah keseorangan . menempuh segala susah payah bersendiri . dicaci , dihina , ditindas , dipulau . seolah-olah dia adalah seorang manusia malang yang disumpah .hatinya sentiasa sedih . semua kenangan ini mengusik jiwanya yang masih berdendam dengan apa yang dilakukan dunia padanya . dek sebab dendam pada dunia lah dia bekerja bersunguh-sungguh sehingga berjaya mencipta nama di persada dunia , namun namanya di persada akhirat semakin luput kerana kelalaianNya . dia sedar hidup keseorangan tidak mampu memberi kebahagiaan walau harta bertimbun timbun .



beberapa minit dirinya merayu dan menangis . bermonolo sendirian ditmbah rasa malu pada Allah . tiada tempat untuk dia mengadu . takut didalam dirinya semakin menebal . seakan-akan mahu saja dia tamatkan hidupnya disitu .tapi , mungkin dek iman yang berbaki , dia berdoa .

 'ya Allah , tunjukkanlah aku jalanMu..aku lemah '.

itulah kata-kata yang diucapkan dan secara tiba-tiba muncul teman sepejabatnya . Nurul Iman . Nurul Iman menegur beliau .

 'awak tak apa-apa ?' . dia menjawab 'oh iman ,saya baik-baik saja , bawang ni pedih lah '. sambil mengesat-ngesat airmatanya .

Nurul Iman hanya tersenyum . Nurul Iman tahu apa yang dia sedang tanggung dan harung . Nurul Iman merupakan seorang gadis baik dan solehah . walaupun beliau hanyalah seorang tukang sapu di pejabatnya . tapi peribadi dan personaliti nya sebagai seorang muslimah sejati tidak diabaikan . terdetik dihati Nurul Iman bahawa dia sedang kelemasan didalam arus kehidupan , dan dia memerlukan bantuan . lantas , Nurul Iman menarik kerusi keluar dari meja dan membuka luas-luas pintu dapur pejabat . bimbang sekiranya fitnah datang menjengah .

kemudian Nurul Iman mula berbicara . tanpa memandang walau sedikit ke wajah dia , Nurul Iman tersenyum memulakan bicara .

"awak..saya tak tahu apa yang awak alami . apa yang awak tanggung . apa yang awak rasa ."


"tapi apa yang saya tahu dan sehingga sekarang saya yakin , Allah takkan sia-siakan HambaNya"


"Segala dugaan yang Allah bagi pada kita di Dunia ni , semuanya kerana Allah mahu kita rasa kasih sayangNya , mahu kita berfikir yang Dia mahu kita dekat denganNya ."


"cuma , apa yang perlu kita terus dan terus lakukan adalah KEMBALI padaNya . jangan sesekali putus asa dengan tali Allah . Allah dah kata :dan berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah , jangan lah kamu berpecah belah dan menyekutukanNya dengan sesuatu .."


"awak tahu tak , Allah sangat suka rintihan hamba-hambaNya . sebab Allah ciptakan kita sebagai Hamba . bukan sebagai Khadim . Beza Hamba dengan Khadim atau orang Gaji , Orang gaji apabila dia lakukan kerja , dia dibayar upah atas pekerjaannya , kalau tidak dibayar , dia berhak keatas dirinya , berhak lari dari majikannya ."


"tapi Allah jadikan kita sebagai Hamba , Lebih Hina dari Khadim , itu hakikat kita . Hamba tidak dibayar gaji ,tidak berhak keatas hak dirinya  semua nya adalah milik pemilik hamba . cuma apa yang istimewa kita sebagai Hamba Allah . Hamba Allah sekiranya mentaati Allah , akan diberi sakinah diberi kesenangan dunia dan akhirat . tidak seperti Hamba Manusia ."


"kalau awak pernah melakukan dosa , jangan lah malu dan takut dengan apa yang kita pernah lakukan , semua manusia melakukan dosa , kerana Allah ciptakan kita memang fitrahnya akan melakukan kesalahan , bahkan perkataan Manusia itu pun asalnya dari 'NASAYA' iaitu dalam bahasa arabnya Lupa ."


"sebab itulah Allah menyuruh kita bertaubatlah pada Allah dengan taubat nasuha . kalau kita ulang lagi juga , janganlah kecewa jangan malu . kerana Allah nak kita dekat padaNya . awak tau tak ada kisah islam yang ada dalam sejarah ?"


"kisah seorang Abid yang berdoa pada Allah , Abid itu berdoa supaya dirinya dihindari dari melakukan dosa dan kesalahan , kerana Abid itu takut akan Murka Allah . namun , Allah berkata padanya , KALAU AKU JADIKAN KAU KOSONG DARI KESALAHAN , NAH PADA SIAPA MAHU AKU HAMPARKAN MAGHFIRAH DAN KEAMPUNANKU?PADA SIAPA AKU NAK CURAHKAN KASIH SAYANGKU? apakah engkau taat padaKu kerana takut akan MurkaKu ? sesungguhnya kasih sayang dan rahmatKu lebih besar dari KemurkaanKu ."

tidak sempat Nurul Iman menghabiskan ceritanya , dia memalingkan wajahnya lalu bangun menuju ke tingkap .

berderaian airmata lelaki itu . semakin kuat tangisan yang dibendung . semakin laju airmata yang dicurahkan .
seolah-olah merasakan betapa hinanya dirinya bersangka buruk pada Allah . dia mengadu pada Allah .

"ya Allah..ampunkan dosa-dosaku ya Allah ..Amat besar Kasih dan Rahmat SayangMU padaku..Alhamdulillah...Alhamdulillah.."

"Alhamdulillah....Alhamdulillah...Alhamdulillah..ya Allah..syukur padaMU.."

Nurul Iman tersenyum melihat lelaki itu . lantas Nurul Iman berkata :

"awak ..waktu kerja saya dah habis , sudah semua sampah-sampah saya sapu , perlu ke saya 'sapu' airmata awak ?"

Lelaki itu tertawa kecil .

dan terlihat ukiran senyuman dan cahaya harapan di wajahnya . betapa dia lupa selama ini Allah amat menyayanginya..betapa dia buruk sangka pada Allah ..

Lantas Lelaki itu pun berkata pada Nurul Iman .

"boleh .tapi dengan syarat .syaratnya awak kena berhenti kerja ! "

Nurul Iman tersentap . Masya Allah . salahkah apa yang aku sudah ceritakan padanya tadi . Allah .

Wajah Mulus dan cantik Nurul Iman terus Muram terkejut . walaupun kain purdahnya itu menghalang dia dari diketahui akan kejutan tadi , matanya tidak dapat menipu . matanya mula merah merah . jangan kau tumpahkan air mata ini . bisik hati nya pada Allah .

Dia sambung lagi dengan senyuman dibibirnya .

"eh awak , Maksud saya . Boleh saja dengan syarat awak berhenti kerja jadi tukang sapu dipejabat ini , dan jadi Isteri saya ! Sudikah awak ? "

Nurul Iman terkejut sekali lagi dan beberapa saat kemudian senyuman terukir .

"Eh taknak lah ! amek kain ni . awak lap lah sendiri airmata awak ! "

Dia tersenyum bahagia melihat telatah Nurul Iman yang sangat obvious malu .

Dia pun membelek-belek kain itu , dan mahu menyapu airmatanya . tiba tiba tertera sesuatu di kain itu .


"Nurul Iman Binti Haji Abdullah . 
No 333 , Taman purnama indah ,
Jalan titiwangsa 9 Seremban .
No Tel : 066996879"










 Alhamdulillah.Terima Kasih ya Allah pertemukan aku jodoh . bisik hati nya .
















sekian .
Cerpen ini Hasil Nukilan Karya .
Muhammad Nur Ubaidillah Bin Abdul Ghani.
Udy7.
Kenitra,Maghribi.

3 comments:

Niena Muhammad said...

wahhh... berbakat, nnti akak baca..skang ni xsmpat :D

udy7 said...

mekaseh sudi baca kak. ^^

Anonymous said...

suwitnyeerr..suke2..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...